Label

Sabtu, 09 Februari 2013

PERADABAN AWAL BANGSA INDIA

     
   I.         PERADABAN AWAL BANGSA INDIA
Secarageografis, wilayah India merupakansuatujazirahdaribenua Asia. Letak India seakan-akanterpisahdaridaratan Asia. Hal inidisebabkanolehpegunungan Himalaya di sebelahutara India. Olehkarenaposisiwilayahnyamenyendiridaridaerah Asia yang lain, maka India seringdisebut “anakbenua Asia”.
Di tengah-tengahdaerah India terdapatpegununganWindya. Pegununganinimembagi India menjadiduabagian, India Utara dan India Selatan. Padadaerah India bagian Utara, mengalirsebuahsungaiShindu (Indus), Gangga, Yamuna, danBrahmaputera. Daerah itumerupakandaerahsubursehinggasangatpadatpenduduknya. India bagian Selatan sangatberbedakeadaannyadengan India bagian Utara. Daerahnyaterdiridaribukit-bukitdangunung-gunung yang keringdantandus. Daratantinggi di India bagian Selatan diberinamaDataranTinggiDekkan. DataranTinggiDekkankurangmendapathujansehinggadaerahnyaterdiriataspadangrumput savanna yang amatluas.
Dalamsejarahnya, India memilikiduaperadabankuno, yaituperadabanlembahsungai Indus (Shindu) danperadabanlembahsungaiGangga. Keduaperadabaninimenjadibuktipentingkeberadaanbangsa India sebagaisalahsatupemilikkebudayaantertua yang sangatternama di dunia.

      II.            PERADABAN LEMBAH SUNGAI INDUS (SHINDU)
1.       PusatPeradaban
Awalabad ke-20, arkeologInggris Sir John H Marshall mengekskavasikotakunoMohenjondarodan Hara. Hasilnyatingkatkesibukandankeramaiankeduakotatersebutmembuat Marshall terkejut. Iniadalahbekasibukotaduanegaramerdekapadajamanperadabansungai India antaratahun 2350-1750 sebelummasehi, penelitianlebihlanjutmenghasilkanperhitungan, duakotamasing-masingterdapatsekitar 30 hingga 40 ribupenduduk, lebihbanyakdibandingpendudukkota London yang paling besarpadaabadpertengahan.
Dari hasilpenelitianlebihlanjut, diketahuikeduakotakunotersebutdibagiduabagian, yaitukotapemerintahandankotaadministratif.
Kota administratifadalahdaerahpermukiman, tempattinggal yang padatdanjalanraya yang silangmenyilang, keduasisijalanbanyaksekalitokosertapembuatanbarang-barangtembikar. Sementarakotapemerintahanadalahwilayahistanakerajaan yang dikelilingiolehpagartembok yang tinggibesardanmenaragedung.
Masyarakat yang bermukim di keduakotakunoinidiketahuitelahmengenalsistemsaluran air bawahtanah yang sempurnadenganmenggunakanbata. Puing-puingmenunjukkanMohenjodarodan Harappa merupakansebuahkota yang mempunyairancanganbangunan di sekelilingruanglingkuptertentu, kuranglebihmenggunakanbahan yang sama, segalanyasangatteratur, bahwapada 3000 SM, orang-orang membangunkotadenganskala yang sedemikianmemperlihatkantingginyaperadabanmereka.
Jalan-jalannyalurussehinggamembentukblok-blokpemukimanberbentuksegiempat. Sudahadasistempembuangansampahdan air limbah. Inilahkotapertama yang menujukantanda-tandapembangunan yang berencana. Barat kotaadalahpusatreligius, politik, danpendidikan. Petanitinggal di luartembokkotadekatperladangan. Kelompokmiskinmenempatipinggirkotatetapimasihberada di dalamtembok. Pedagangdansenimantinggal di dekatpusatkota, sedangkanbangsawan, agamawan, danpunggawakerajaanmenempatiwilayahpusat.
Puing-puing menunjukkan Harappa merupakan sebuah kota yang mempunyai rancangan bangunan disekeliling ruang lingkup tertentu, kurang lebih menggunakan bahan yang sama, segalanya sangat teratur, bahwa pada tahun 3000 sebelum masehi, orang-orang membangun kota dengan skala yang sedemikian, memperlihatkan tingginya peradaban mereka. Kedua kota ini hilang pada tahun 1750 sebelum masehi, kira-kira dalam waktu 1000 tahun kebelakang, didaerah aliran sungai India tidak pernah ada lagi kota yang demikian megahnya, namun pada 500 tahun lampau, ketika bangsa Arya datang menginvasi, kebudayaan Harappa sudah merosot.
(Peradaban Lembah Sungai Indus diketahui melalui penemuan-penemuan arkeologi-di Kota Harappa dan Mohenjodaro. Kota Mohenjodaro diperkirakan sebagai ibukota daerah Lembah Sungai Indus bagian selatan dan Kota Harappa sebagai ibukota Lembah Sungai Indus bagian utara. Mohenjodaro dan Harappa merupakan pusat peradaban bangsa India pada masa lampau.
2.       Tata Kota
A.      Kota Mohenjadaro
Mohenjodaro adalah salah satu situs dari sisa-sisa permukiman terbesar dari Kebudayaan Lembah Sungai Indus, yang terletak di propinsi Sind, Pakistan. Dibangunpadasekitartahun 2600 SM, kotainiadalahsalahsatupermukimankotapertama di dunia, bersamaandenganperadabanMesirKuno, Mesopotamia danYunaniKuno. Reruntuhanbersejarahinidimasukkanoleh UNESCO kedalamSitusWarisanDunia. ArtidariMohenjo-daroadalah “Bukit orang mati”. Seringakalikotatuainidisebutdengan “Metropolis Kuno di Lembah Indus”.
(Di Kota Mohenjodaro dan terdapat gedung-gedung dan rumah tinggal serta pertokoan dibangun secara teratur dan berdiri kukuh. Gedung-gedung dan rumah tinggal dan pertokoan itu sudah terbuat dari batu bata lumpur. Wilayah kota dibagi atas beberapa bagian atau blok yang dilengkapi jalan yang ada aliran airnya.

Mohenjodaroterletak di DistrikLarkanasekitar 28 km dariLarkana and 107 km darisukkur. 27o 19‘ 30.36“ Bujur Utara and 68o 08‘ 08.77” BujurTimur.
Benda-benda yang ditemukan: huruf, bangunan, perhiasan, alatrumahtangga, permainananak-anak yang sudahdihiasiberbagaisenigambardanseniukir yang indah, merekatelahmengenalbiantang: gajah, unta, kerbau, anjing. Berdasarkanbenda-benda yang ditemukan di Mohenjodaro, makadapatdisimpulkanbahwaperadabanLembah Sungai Indus di Mohenjodarosudahsangattinggi.
Menurut penentuan karbon 14, keberadaan kedua kota ini seharusnya adalah antara tahun 2000 hingga 3000 sebelum masehi, lagi pula kota Harappa mengekskavasi perkakas batu 10 ribu tahun lampau. Luasnya kurang lebih 25 km persegi.
B.      Kota Harappa
Harappa ialah sebuah kota di Punjab, timur laut Pakistan sekitar 35 km tenggara Sahiwal. Kota initerletak di bantaranbekas Sungai Ravi. Munculnyaperadaban Harappa lebihawaldibandingkitab Veda, saatitubangsaAryabelumsampai India. Waktunyaadalahtahun 2500 sebelummasehi, bangsaTroyamendirikankota Harappa danMohenjondarosertakotamegahlainnyadidaerahaliransungai India. Kota modernnyaterletak di sebelahkotakunoini, yang dihuniantaratahun 3300 hingga 1600 SM. Di kotainibanyakditemukanrelikdarimasaBudaya Indus, yang jugaterkenalsebagaibudaya Harappa. Harappa memiliki lay-out kota yang sangatcanggih.
Benda-benda yang ditemukan: arca-arca, patung (terra cotta) yang diukirsepertibentukwanitatelanjangdengan dada terbuka. Ukiranitu member maknabahwaibumerupakasumberkehidupan; alatdapurdaritanahliat, periukbelanga, pembakarandaribatukeras (masihkuatsampaisekarang); sebuahpatungpohondisampingdewa (gambarankesucianpohonbodhitempatSidhartamenerimawahyu) beberaparatustahunkemudian; arca-arca yang melukiskanlembu yang menyerangharimau; lembu yang bertanduk, sebagaigambaranbahwamerekasangatmensuckanbinatang. Hal initampakketikamasyarakat India mensucikansapisampaisekarang.
3.       SistemPertaniandanPengairan
Daerah Lembah Sungai Indus merupakan daerah yang subur. Pertanian menjadi mata pencaharian utama masyarakat India. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat telah berhasil menyalurkan air yang mengalir dari Lembah Sungai Indus sampai jauh ke daerah pedalaman.
Pembuatan saluran irigasi dan pembangunan daerah-daerah pertanian menunjukkan bahwa masyarakat Lembah Sungai Indus telah memiliki peradaban yang tinggi. Hasil-hasil pertanian yang utama adalah padi, gandum, gula/tebu, kapas, teh, dan lain-lain.
4.       Sanitasi (Kesehatan)
Masyarakat Mohenjodaro dan Harappa telah memperhatikan sanitasi (kesehatan) lingkungannya. Teknik-teknik atau cara-cara pembangunan rumah yang telah memperhatikan faktor-faktor kesehatan dan kebersihan lingkungan yaitu rumah mereka sudah dilengkapi oleh jendela.
5.       Teknologi
Masyarakat Lembah Sungai Indus sudah memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi, Kemampuan mereka dapat diketahui melalui peninggalan-peninggalan budaya yang ditemukan, seperti bangunan Kota Mohenjodaro dan Harappa, berbagai macam patung, perhiasan emas, perak, dan berbagai macam meterai dengan lukisannya yang bermutu tinggi dan alat-alat peperangan seperti tombak, pedang, dan anak panah.
6.       Pemerintahan
Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Maurya antara lain sebagai berikut :
A.      Candragupta Maurya
Setelah berhasil menguasai Persia, pasukan Iskandar Zulkarnaen melanjutkan ekspansi dan menduduki India pada tahun 327 SM melalui Celah Kaibar di Pegunungan Himalaya. Pendudukan yang dilakukan oleh pasukan Iskandar Zulkarnaen hanya sampai di daerah Punjab. Pada tahun 324 SM muncul gerakan di bawah Candragupta. Setelah Iskandar Zulkarnaen meninggal tahun 322 SM, pasukannya berhasil diusir dari daerah Punjab dan selanjutnya berdirilah Kerajaan Maurya dengan ibu kota di Pattaliputra.
CandraguptaMaurya menjadi raja pertama Kerajaan Maurya. Pada masa pemerintahannya, daerah kekuasaan Kerajaan Maurya diperluas ke arah timur, sehingga sebagian besar daerah India bagian utara menjadi bagian dari kekuasaannya. Dalam waktu singkat, wilayah Kerajaan Maurya sudah mencapai daerah yang sangat iuas, yaitu daerah Kashmir di sebelah barat dan Lembah Sungai Gangga di sebelah timur.
B.      Ashoka
Ashokamemerintah.KerajaanMaurya dari tahun 268-282 SM. Ashoka merupakan cucu dari CandraguptaMaurya. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Maurya mengalami masa yang gemilang. Kalingga dan Dekkan berhasil dikuasainya. Namun, setelah ia menyaksikan korban bencana perang yang maha dahsyat di Kalingga, timbul penyesalan dan tidak lagi melakukan peperangan.
Mula-mula Ashoka beragama Hindu, tetapi kemudian menjadi pengikut agama Buddha. Sejak saat itu Ashoka menjadikan agama Buddha sebagai agama resmi negara. Setelah Ashoka meninggal, kerajaan terpecah-belah menjadi kerajaan kecil. Peperangan sering terjadi dan baru pada abad ke-4 M muncul seorang raja yang berhasil mempersatukan kerajaan yang terpecah belah itu. Maka berdirilah Kerajaan Gupta dengan Candragupta I sebagai rajanya.
7.       Kepercayaan
Sistem kepercayaan masyarakat Lembah Sungai Indus bersifat politeisme atau memuja banyak dewa. Dewa-dewa tersebut misalnya dewa kesuburan dan kemakmuran (Dewi Ibu).
Masyarakat lembah Sungai Indus juga menyembah binatang-binatang seperti buaya dan gajah serta menyembah pohon seperti pohon pipal (beringin). Pemujaan tersebut dimaksudkan sebagai tanda terima kasih terhadap kehidupan yang dinikmatinya, berupa kesejahteraan dan perdamaian.

    III.            PERADABAN LEMBAH SUNGAI GANGGA
1.       PusatPeradaban
Pusat peradaban Lembah Sungai Gangga terletak antara Pegunungan Himalaya dan Pegunungan Windya-Kedna.
Pendukung peradaban Lembah Sungai Gangga adalah bangsa Arya yang termasuk bangsa Indo-Jerman. Mereka datang dari daerah Kaukasus dan menyebar ke arah timur. Bangsa Arya memasuki wilayah India antara tahun 200-1500 SM, melalui Celah Kaibar di Pegunungan Hirnalaya.
Bangsa Arya adalah bangsa peternak dengan kehidupan yang terus mengembara. Setelah berhasil mengalahkan bangsa Dravida di Lembah Sungai Indus dan menguasai daerah yang subur, akhirnya mereka hidup menetap.
Selanjutnya, mereka menduduki Lembah Sungai Gangga dan terus mengembangkan kebudayaannya. Kebudayaan campuran antara kebudayaan bangsa Arya dengan bangsa Dravida dikenal dengan sebutan kebudayaan Hindu.
2.       Pemerintahan
Perkembangan sistem pemerintahan di Lembah Sungai Gangga merupakan kelanjutandari sistem pemerintahan masyarakat di daerah Lembah Sungai Indus. Runtuhnya Kerajaan Maurya menjadikan keadaan kerajaan menjadi kacau dikarenakan peperangan antara kerajaan-kerajaan kecil yang ingin berkuasa. Keadaan yang kacau, mulai aman kembali setelah munculnya kerajaan-kerajaan baru. Kerajaan-kerajaan tersebut di antaranya Kerajaan Gupta dan Kerajaan Harsha.
A.      Kerajaan Gupta
Pendiri Kerajaan Gupta adalah Raja Candragupta I dengan pusatnya di Lembah Sungai Gangga. Pada masa pemerintahan Raja Candragupta I, agama Hindu dijadikan agama negara, namun agama Buddha masih tetap dapat berkembang.
Masa kejayaan Kerajaan Gupta terjadi pada masa pemerintahan Samudragupta (Cucu Candragupta 1). Pada masa pemerintahannya Lembah Sungai Gangga dan Lembah Sungai Indus berhasil dikuasainya dan Kota Ayodhia ditetapkan sebagai ibukota kerajaan.
Pengganti Raja Samudragupta adalah Candragupta II, yang dikenal sebagai Wikramaditiya. Ia juga bergama Hindu, namun tidak memandang rendah dan mempersulit perkembangan agama Budha. Bahkan pada masa pemerintahannya berdiri perguruan tinggi agama Buddha di Nalanda. Di bawah pemerintahan Candragupta II kehidupan rakyat semakin makmur dan sejahtera.. Kesusastraan mengalami masa gemilang. Pujangga yang terkenal pada masa ini adalah pujangga Kalidasa dengan karangannya berjudul "Syakuntala". Perkembangan seni patung mencapai kemajuan yang juga pesat. Hal ini terlihat dari pahatan-pahatan dan patung-patung terkenal menghiasi kuil-kuil di Syanta.
Dalam-perkembangannya Kerajaan Gupta mengalami kemunduran setelah meninggalnya Raja Candragupta II. India mengalami masa kegelapan selama kurang lebih dua abad.
B.      KerajaanHarsha
Setelah mengalami masa kegelapan, baru pada abad ke-7 M muncul Kerajaan Harsha dengan rajanya Harshawardana. Ibu kota Kerajaan Harsha adalah Kanay. Harshawardana merupakan seorang pujangga besar. Pada masa pemerintahannya kesusastraan dan pendidikan berkembang dan pesat. Salah satu pujangga yang terkenal pada masa kerajaan Harshawardana adalah pujangga Bana dengan karyanya berjudul "Harshacarita".
Raja Harsha pada awalnya memeluk agama Hindu, tetapi kemudian memeluk agama Buddha. Di tepi Sungai Gangga banyak dibangun wihara dan stupa, serta dibangun tempattempat penginapan dan fasilitas kesehatan. Candi-candi yang rusak diperbaiki dan membangun candi-candi baru. Setelah masa pemerintahan Raja Harshawardana hingga abad ke-1 1 M tidak pernah diketahui adanya raja-raja yang pernah berkuasa di Harsha.
C.      KebudayaanLembah Sungai Gangga
Di Lembah Sungai Gangga inilah kebudayaan Hindu berkembang, baik di wilayah India maupun di luar India. Masyarakat Hindu memuja banyak dewa (Politeisme). Dewa-dewa tersebut, antara lain, Dewa Bayu (Dewa Angin), Dewa Baruna (Dewa Laut), Dewa Agni (Dewa Api), dan lain sebagainya. Dalam agama Hindu dikenal dengan sistem kasta, yaitu pembagian kelas sosial berdasarkan warna dan kewajiban sosial. Dalam perkembangan selanjutnya, sistem kasta inilah yang menyebabkan munculnya agama Buddha. Hal ini dipelopori oleh Sidharta Gautama.
Agama Buddha mulai menyebar ke masyarakat India setelah Sidharta Gautama mencapai tahap menjadi Sang Buddha. Agama Buddha terbagi menjadi dua aliran, yaitu Buddha Mahayana dan Buddha Hinayana. Peradaban Sungai Gangga meninggalkan beberapa bentuk kebudayaan yang tinggi seperti kesusastraan, seni pahat, dan seni patung. Peradaban dari lembah sungai ini kemudian menyebar ke daerah-daerah lain di Asia termasuk di Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar