|
NO:
|
KERAJAAN
|
|
1.
|
Kerajaan Kutai di Kalimantan timur tahun 400 M (Kerajaan Hindu)
Raja yang pertama : Kudungga Raja yang terkenal : Mulawarman |
|
2.
|
Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat tahun 500 M (Kerajaan Hindu)
Raja yang terkenal : Purnawarman |
|
3.
|
Kerajaan Kalingga di Jepara (Jawa Tengah) tahun 640 M (Kerajaan Budha)
Raja yang terkenal : Ratu Shima: |
|
4.
|
Kerajaan Mataram Hindu di Jawa Tengah tahun 732 M (Kerajaan Hindu)
Raja yang pertama : Sanjaya Raja yang terkenal : Balitung |
|
5.
|
Kerajaan Sriwijaya di Palembang abad VII (Kerajaan Budha)
Raja yang pertama : Sri Jaya Naga Raja yang terkenal : Bala Putra Dewa |
|
6.
|
Kerajaan Medang di Jawa Timur abad IX (Kerajaan Hindu)
Raja yang terkenal : Empu Sendok: |
|
7.
|
Kerajaan Kahuripan di Jawa Timur tahun 1073 M (Kerajaan Hindu)
Raja yang pertama dan terkenal : Airlangga |
|
8.
|
Kerajaan Kediri di tepi Sungai Berantas Jawa Timur abad XII M (Kerajaan Hindu)
Raja yang pertama : Jaya Warsa Raja yang terkenal : Jaya Baya |
|
9.
|
Kerajaan Singasari di Jawa Timur tahun 1222 - 1292
Raja yang pertama : Sri Rajasa (Ken Arok) Raja yang terkenal : Kertanegara (Joko Dolok) |
|
10.
|
Kerajaan Majapahit di Delta Brantas tahun 1293 - 1520 (Kerajaan Hindu)
Raja yang pertama : Raden Wijaya Raja yang terkenal : Hayam Wuruk Raja yang terakhir : Brawijaya (Kertabumi) Patih yang terkenal : Gajah Mada |
|
11.
|
Kerajaan Pajajaran di Priangan (Jawa Barat) tahun 1333 (Kerajaan Hindu)
Raja yang terkenal : Sri Baduga Maharaja Raja yang terakhir : Prabu Sedah |
|
12.
|
Kerajaan Demak di Jawa Tengah tahun 1513 - 1546 (Kerajaan Islam)
Raja yang pertama : Raden Patah (Sultan Bintoro) Raja yang terakhir : Sultan Trenggono |
|
13.
|
Kerajaan Pajang di Surakarta tahun 1568 - 1586 (Kerajaan Islam)
Raja yang pertama : Joko Tingkir (Sultan Hadiwijoyo) Raja yang terakhir : Ario Pangiri |
|
14.
|
Kerajaan Mataram Islam di Kota Gede (Yogyakarta) abad XVI Masehi (Kerajaan Islam)
Raja yang pertama : Suto Wijoyo (Panemabahan Senopati) Raja yang terkenal : Sultan Agung |
|
15.
|
Kerajaan Banten di Jawa Barat tahun 1556 - 1580 (Kerajaan Islam)
Raja yang pertama : Hasanuddin Raja yang terkenal : Sultan Ageng Raja yang terakhir : Panembahan Yusuf |
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Kamis, 21 Februari 2013
KERAJAAN DI INDONESIA
Sabtu, 09 Februari 2013
PERADABAN AWAL BANGSA INDIA
I.
Secarageografis, wilayah India merupakansuatujazirahdaribenua Asia. Letak
India seakan-akanterpisahdaridaratan Asia. Hal inidisebabkanolehpegunungan
Himalaya di sebelahutara India. Olehkarenaposisiwilayahnyamenyendiridaridaerah
Asia yang lain, maka India seringdisebut “anakbenua Asia”.
Di tengah-tengahdaerah India terdapatpegununganWindya. Pegununganinimembagi
India menjadiduabagian, India Utara dan India Selatan. Padadaerah India bagian
Utara, mengalirsebuahsungaiShindu (Indus), Gangga, Yamuna, danBrahmaputera.
Daerah itumerupakandaerahsubursehinggasangatpadatpenduduknya. India bagian
Selatan sangatberbedakeadaannyadengan India bagian Utara.
Daerahnyaterdiridaribukit-bukitdangunung-gunung yang keringdantandus.
Daratantinggi di India bagian Selatan diberinamaDataranTinggiDekkan.
DataranTinggiDekkankurangmendapathujansehinggadaerahnyaterdiriataspadangrumput
savanna yang amatluas.
Dalamsejarahnya, India memilikiduaperadabankuno, yaituperadabanlembahsungai
Indus (Shindu) danperadabanlembahsungaiGangga.
Keduaperadabaninimenjadibuktipentingkeberadaanbangsa India
sebagaisalahsatupemilikkebudayaantertua yang sangatternama di dunia.
II.
PERADABAN LEMBAH SUNGAI INDUS (SHINDU)
1. PusatPeradaban
Awalabad ke-20, arkeologInggris Sir John H Marshall
mengekskavasikotakunoMohenjondarodan Hara.
Hasilnyatingkatkesibukandankeramaiankeduakotatersebutmembuat Marshall terkejut.
Iniadalahbekasibukotaduanegaramerdekapadajamanperadabansungai India antaratahun
2350-1750 sebelummasehi, penelitianlebihlanjutmenghasilkanperhitungan,
duakotamasing-masingterdapatsekitar 30 hingga 40 ribupenduduk,
lebihbanyakdibandingpendudukkota London yang paling besarpadaabadpertengahan.
Dari hasilpenelitianlebihlanjut,
diketahuikeduakotakunotersebutdibagiduabagian,
yaitukotapemerintahandankotaadministratif.
Kota administratifadalahdaerahpermukiman, tempattinggal yang
padatdanjalanraya yang silangmenyilang,
keduasisijalanbanyaksekalitokosertapembuatanbarang-barangtembikar.
Sementarakotapemerintahanadalahwilayahistanakerajaan yang
dikelilingiolehpagartembok yang tinggibesardanmenaragedung.
Masyarakat yang bermukim di
keduakotakunoinidiketahuitelahmengenalsistemsaluran air bawahtanah yang
sempurnadenganmenggunakanbata. Puing-puingmenunjukkanMohenjodarodan Harappa
merupakansebuahkota yang mempunyairancanganbangunan di
sekelilingruanglingkuptertentu, kuranglebihmenggunakanbahan yang sama,
segalanyasangatteratur, bahwapada 3000 SM, orang-orang membangunkotadenganskala
yang sedemikianmemperlihatkantingginyaperadabanmereka.
Jalan-jalannyalurussehinggamembentukblok-blokpemukimanberbentuksegiempat.
Sudahadasistempembuangansampahdan air limbah. Inilahkotapertama yang
menujukantanda-tandapembangunan yang berencana. Barat kotaadalahpusatreligius,
politik, danpendidikan. Petanitinggal di luartembokkotadekatperladangan.
Kelompokmiskinmenempatipinggirkotatetapimasihberada di dalamtembok.
Pedagangdansenimantinggal di dekatpusatkota, sedangkanbangsawan, agamawan,
danpunggawakerajaanmenempatiwilayahpusat.
Puing-puing
menunjukkan Harappa merupakan sebuah kota yang mempunyai rancangan bangunan
disekeliling ruang lingkup tertentu, kurang lebih menggunakan bahan yang sama,
segalanya sangat teratur, bahwa pada tahun 3000 sebelum masehi, orang-orang
membangun kota dengan skala yang sedemikian, memperlihatkan tingginya peradaban
mereka. Kedua kota ini hilang pada tahun 1750 sebelum masehi, kira-kira dalam
waktu 1000 tahun kebelakang, didaerah aliran sungai India tidak pernah ada lagi
kota yang demikian megahnya, namun pada 500 tahun lampau, ketika bangsa Arya
datang menginvasi, kebudayaan Harappa sudah merosot.
(Peradaban Lembah Sungai Indus diketahui melalui penemuan-penemuan
arkeologi-di Kota Harappa dan Mohenjodaro. Kota Mohenjodaro diperkirakan
sebagai ibukota daerah Lembah Sungai Indus bagian selatan dan Kota Harappa
sebagai ibukota Lembah Sungai Indus bagian utara. Mohenjodaro dan Harappa
merupakan pusat peradaban bangsa India pada masa lampau.
2. Tata Kota
A. Kota Mohenjadaro
Mohenjodaro adalah salah satu situs dari sisa-sisa permukiman
terbesar dari Kebudayaan Lembah Sungai Indus, yang terletak di propinsi Sind,
Pakistan. Dibangunpadasekitartahun 2600 SM,
kotainiadalahsalahsatupermukimankotapertama di dunia, bersamaandenganperadabanMesirKuno,
Mesopotamia danYunaniKuno. Reruntuhanbersejarahinidimasukkanoleh UNESCO
kedalamSitusWarisanDunia. ArtidariMohenjo-daroadalah “Bukit orang mati”.
Seringakalikotatuainidisebutdengan “Metropolis Kuno di Lembah Indus”.
(Di Kota Mohenjodaro dan terdapat gedung-gedung dan rumah tinggal serta
pertokoan dibangun secara teratur dan berdiri kukuh. Gedung-gedung dan rumah
tinggal dan pertokoan itu sudah terbuat dari batu bata lumpur. Wilayah kota
dibagi atas beberapa bagian atau blok yang dilengkapi jalan yang ada aliran
airnya.
Mohenjodaroterletak di DistrikLarkanasekitar 28 km dariLarkana and 107 km
darisukkur. 27o 19‘ 30.36“ Bujur Utara and 68o 08‘ 08.77” BujurTimur.
Benda-benda yang ditemukan: huruf, bangunan, perhiasan, alatrumahtangga,
permainananak-anak yang sudahdihiasiberbagaisenigambardanseniukir yang indah,
merekatelahmengenalbiantang: gajah, unta, kerbau, anjing.
Berdasarkanbenda-benda yang ditemukan di Mohenjodaro,
makadapatdisimpulkanbahwaperadabanLembah Sungai Indus di Mohenjodarosudahsangattinggi.
Menurut
penentuan karbon 14, keberadaan kedua kota ini seharusnya adalah antara tahun
2000 hingga 3000 sebelum masehi, lagi pula kota Harappa mengekskavasi perkakas
batu 10 ribu tahun lampau. Luasnya kurang lebih 25 km persegi.
B. Kota Harappa
Harappa ialah sebuah kota di Punjab, timur laut Pakistan sekitar 35 km tenggara
Sahiwal. Kota initerletak di bantaranbekas Sungai Ravi.
Munculnyaperadaban Harappa lebihawaldibandingkitab Veda,
saatitubangsaAryabelumsampai India. Waktunyaadalahtahun 2500 sebelummasehi,
bangsaTroyamendirikankota Harappa
danMohenjondarosertakotamegahlainnyadidaerahaliransungai India. Kota
modernnyaterletak di sebelahkotakunoini, yang dihuniantaratahun 3300 hingga
1600 SM. Di kotainibanyakditemukanrelikdarimasaBudaya Indus, yang
jugaterkenalsebagaibudaya Harappa. Harappa memiliki lay-out kota yang
sangatcanggih.
Benda-benda yang ditemukan: arca-arca, patung (terra cotta) yang
diukirsepertibentukwanitatelanjangdengan dada terbuka. Ukiranitu member
maknabahwaibumerupakasumberkehidupan; alatdapurdaritanahliat, periukbelanga,
pembakarandaribatukeras (masihkuatsampaisekarang);
sebuahpatungpohondisampingdewa
(gambarankesucianpohonbodhitempatSidhartamenerimawahyu)
beberaparatustahunkemudian; arca-arca yang melukiskanlembu yang
menyerangharimau; lembu yang bertanduk,
sebagaigambaranbahwamerekasangatmensuckanbinatang. Hal
initampakketikamasyarakat India mensucikansapisampaisekarang.
3. SistemPertaniandanPengairan
Daerah Lembah
Sungai Indus merupakan daerah yang subur. Pertanian menjadi mata pencaharian
utama masyarakat India. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat telah
berhasil menyalurkan air yang mengalir dari Lembah Sungai Indus sampai jauh ke
daerah pedalaman.
Pembuatan
saluran irigasi dan pembangunan daerah-daerah pertanian menunjukkan bahwa
masyarakat Lembah Sungai Indus telah memiliki peradaban yang tinggi.
Hasil-hasil pertanian yang utama adalah padi, gandum, gula/tebu, kapas, teh,
dan lain-lain.
4. Sanitasi (Kesehatan)
Masyarakat
Mohenjodaro dan Harappa telah memperhatikan sanitasi (kesehatan) lingkungannya.
Teknik-teknik atau cara-cara pembangunan rumah yang telah memperhatikan
faktor-faktor kesehatan dan kebersihan lingkungan yaitu rumah mereka sudah
dilengkapi oleh jendela.
5. Teknologi
Masyarakat
Lembah Sungai Indus sudah memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi, Kemampuan
mereka dapat diketahui melalui peninggalan-peninggalan budaya yang ditemukan,
seperti bangunan Kota Mohenjodaro dan Harappa, berbagai macam patung, perhiasan
emas, perak, dan berbagai macam meterai dengan lukisannya yang bermutu tinggi
dan alat-alat peperangan seperti tombak, pedang, dan anak panah.
6. Pemerintahan
Raja-raja yang
pernah memerintah Kerajaan Maurya antara lain sebagai berikut :
A. Candragupta Maurya
Setelah
berhasil menguasai Persia, pasukan Iskandar Zulkarnaen melanjutkan ekspansi dan
menduduki India pada tahun 327 SM melalui Celah Kaibar di Pegunungan Himalaya.
Pendudukan yang dilakukan oleh pasukan Iskandar Zulkarnaen hanya sampai di
daerah Punjab. Pada tahun 324 SM muncul gerakan di bawah Candragupta. Setelah
Iskandar Zulkarnaen meninggal tahun 322 SM, pasukannya berhasil diusir dari
daerah Punjab dan selanjutnya berdirilah Kerajaan Maurya dengan ibu kota di
Pattaliputra.
CandraguptaMaurya menjadi raja pertama Kerajaan
Maurya. Pada masa pemerintahannya, daerah kekuasaan Kerajaan Maurya diperluas
ke arah timur, sehingga sebagian besar daerah India bagian utara menjadi bagian
dari kekuasaannya. Dalam waktu singkat, wilayah Kerajaan Maurya sudah mencapai
daerah yang sangat iuas, yaitu daerah Kashmir di sebelah barat dan Lembah
Sungai Gangga di sebelah timur.
B. Ashoka
Ashokamemerintah.KerajaanMaurya
dari tahun 268-282 SM. Ashoka merupakan cucu dari CandraguptaMaurya. Pada masa
pemerintahannya, Kerajaan Maurya mengalami masa yang gemilang. Kalingga dan
Dekkan berhasil dikuasainya. Namun, setelah ia menyaksikan korban bencana
perang yang maha dahsyat di Kalingga, timbul penyesalan dan tidak lagi
melakukan peperangan.
Mula-mula
Ashoka beragama Hindu, tetapi kemudian menjadi pengikut agama Buddha. Sejak
saat itu Ashoka menjadikan agama Buddha sebagai agama resmi negara. Setelah
Ashoka meninggal, kerajaan terpecah-belah menjadi kerajaan kecil. Peperangan
sering terjadi dan baru pada abad ke-4 M muncul seorang raja yang berhasil
mempersatukan kerajaan yang terpecah belah itu. Maka berdirilah Kerajaan Gupta
dengan Candragupta I sebagai rajanya.
7. Kepercayaan
Sistem
kepercayaan masyarakat Lembah Sungai Indus bersifat politeisme atau memuja
banyak dewa. Dewa-dewa tersebut misalnya dewa kesuburan dan kemakmuran (Dewi
Ibu).
Masyarakat
lembah Sungai Indus juga menyembah binatang-binatang seperti buaya dan gajah
serta menyembah pohon seperti pohon pipal (beringin). Pemujaan tersebut
dimaksudkan sebagai tanda terima kasih terhadap kehidupan yang dinikmatinya,
berupa kesejahteraan dan perdamaian.
III.
PERADABAN LEMBAH SUNGAI GANGGA
1. PusatPeradaban
Pusat peradaban
Lembah Sungai Gangga terletak antara Pegunungan Himalaya dan Pegunungan
Windya-Kedna.
Pendukung
peradaban Lembah Sungai Gangga adalah bangsa Arya yang termasuk bangsa
Indo-Jerman. Mereka datang dari daerah Kaukasus dan menyebar ke arah timur.
Bangsa Arya memasuki wilayah India antara tahun 200-1500 SM, melalui Celah
Kaibar di Pegunungan Hirnalaya.
Bangsa Arya
adalah bangsa peternak dengan kehidupan yang terus mengembara. Setelah berhasil
mengalahkan bangsa Dravida di Lembah Sungai Indus dan menguasai daerah yang
subur, akhirnya mereka hidup menetap.
Selanjutnya,
mereka menduduki Lembah Sungai Gangga dan terus mengembangkan kebudayaannya.
Kebudayaan campuran antara kebudayaan bangsa Arya dengan bangsa Dravida dikenal
dengan sebutan kebudayaan Hindu.
2. Pemerintahan
Perkembangan
sistem pemerintahan di Lembah Sungai Gangga merupakan kelanjutandari sistem pemerintahan masyarakat di daerah Lembah Sungai Indus. Runtuhnya
Kerajaan Maurya menjadikan keadaan kerajaan menjadi kacau dikarenakan peperangan
antara kerajaan-kerajaan kecil yang ingin berkuasa. Keadaan yang kacau, mulai
aman kembali setelah munculnya kerajaan-kerajaan baru. Kerajaan-kerajaan
tersebut di antaranya Kerajaan Gupta dan Kerajaan Harsha.
A. Kerajaan Gupta
Pendiri Kerajaan
Gupta adalah Raja Candragupta I
dengan pusatnya di Lembah Sungai Gangga. Pada masa pemerintahan Raja
Candragupta I, agama Hindu dijadikan agama negara, namun agama Buddha masih
tetap dapat berkembang.
Masa kejayaan
Kerajaan Gupta terjadi pada masa pemerintahan Samudragupta (Cucu Candragupta 1). Pada masa pemerintahannya Lembah
Sungai Gangga dan Lembah Sungai Indus berhasil dikuasainya dan Kota Ayodhia
ditetapkan sebagai ibukota kerajaan.
Pengganti Raja
Samudragupta adalah Candragupta II,
yang dikenal sebagai Wikramaditiya.
Ia juga bergama Hindu, namun tidak memandang rendah dan mempersulit
perkembangan agama Budha. Bahkan pada masa pemerintahannya berdiri perguruan
tinggi agama Buddha di Nalanda. Di bawah pemerintahan Candragupta II kehidupan
rakyat semakin makmur dan sejahtera.. Kesusastraan mengalami masa gemilang.
Pujangga yang terkenal pada masa ini adalah pujangga Kalidasa dengan karangannya berjudul "Syakuntala".
Perkembangan seni patung mencapai kemajuan yang juga pesat. Hal ini terlihat
dari pahatan-pahatan dan patung-patung terkenal menghiasi kuil-kuil di Syanta.
Dalam-perkembangannya
Kerajaan Gupta mengalami kemunduran setelah meninggalnya Raja Candragupta II.
India mengalami masa kegelapan selama kurang lebih dua abad.
B. KerajaanHarsha
Setelah
mengalami masa kegelapan, baru pada abad ke-7 M muncul Kerajaan Harsha dengan
rajanya Harshawardana. Ibu kota Kerajaan Harsha adalah Kanay. Harshawardana merupakan seorang pujangga
besar. Pada masa pemerintahannya kesusastraan dan pendidikan berkembang dan
pesat. Salah satu pujangga yang terkenal pada masa kerajaan Harshawardana
adalah pujangga Bana dengan karyanya berjudul "Harshacarita".
Raja Harsha
pada awalnya memeluk agama Hindu, tetapi kemudian memeluk agama Buddha. Di tepi
Sungai Gangga banyak dibangun wihara dan stupa, serta dibangun tempattempat
penginapan dan fasilitas kesehatan. Candi-candi yang rusak diperbaiki dan
membangun candi-candi baru. Setelah masa pemerintahan Raja Harshawardana hingga
abad ke-1 1 M tidak pernah diketahui adanya raja-raja yang pernah berkuasa di
Harsha.
C. KebudayaanLembah Sungai Gangga
Di Lembah
Sungai Gangga inilah kebudayaan Hindu berkembang, baik di wilayah India maupun
di luar India. Masyarakat Hindu memuja banyak dewa (Politeisme). Dewa-dewa
tersebut, antara lain, Dewa Bayu (Dewa Angin), Dewa Baruna (Dewa Laut), Dewa
Agni (Dewa Api), dan lain sebagainya. Dalam agama Hindu dikenal dengan sistem
kasta, yaitu pembagian kelas sosial berdasarkan warna dan kewajiban sosial.
Dalam perkembangan selanjutnya, sistem kasta inilah yang menyebabkan munculnya
agama Buddha. Hal ini dipelopori oleh Sidharta Gautama.
Agama Buddha
mulai menyebar ke masyarakat India setelah Sidharta Gautama mencapai tahap
menjadi Sang Buddha. Agama Buddha terbagi menjadi dua aliran, yaitu Buddha
Mahayana dan Buddha Hinayana. Peradaban Sungai Gangga meninggalkan beberapa
bentuk kebudayaan yang tinggi seperti kesusastraan, seni pahat, dan seni
patung. Peradaban dari lembah sungai ini kemudian menyebar ke daerah-daerah
lain di Asia termasuk di Indonesia.
KEBUDAYAAN BAC SON-HOA BINH DAN KEBUDAYAAN DONG SON
A.
KEBUDAYAAN BAC SON-HOA BINH
Pusat kebudayaan zaman Mesolithikum
di Asia berada di dua tempat, yakni di Bacson dan Hoabinh. Kedua tempat
tersebut berada di Tonkin Vietnam. Penyebutan untuk ciri khas kebudayaan zaman
Mesolithikum diberikan oleh ahli Prasejarah Prancis, Madeleine Colani.
Dari Tonkin kebudayaan Bac Son-Hoabinh
menyebar ke wilayah Asia Tenggara lainnya. Persebaran kebudayaan tersebut
bersamaan dengan masa perpindahan masyarakat di wilayah Vietnam ke Asia
Tenggara. Ras yang masuk ke Indonesia pada zaman Mesolithikum adalah ras Papua
Melanosoid. Ras ini umumnya sekarang bertempat tinggal di Papua.
Ras Papua Melanosoid sampai ke
Indonesia pada zaman Holosen (Aluvium). Ras Melanosoid datang ke Indonesia
dengan menggunakan transportasi perahu bercadik. Pada awalnya mereka mendiami
sumatera dan Jawa, namun karena terdesak oleh ras Melayu yang datang kemudian.
Mereka berpindah ke wilayah Indonesia timur.
Ras Papua melanosoid sudah hidup
setengah menetap (semi-nomaden), hidup berburu, menangkap ikan dan bercocok
tanam. Mereka tinggal digua-gua atau di rumah panggung untuk menghindar dari
binatang buas. Mereka meninggalkan sampah dapur (kjokkenmoddinger) digua-gua
(abris sous roche). Kjokkenmoddinger juga dibuang dibawah kolong rumah panggung
mereka sehingga menumpuk dan menggunung. Disamping itu juga ditemukan peralatan
sehari-hari yang terbuang atau terjatuh, antara lain:
1. Pebble
adalah jenis kapak genggam mesolithikum yang sering juga di sebut kapak
sumatera.
2. Hache
Courti (kapak pendek) yang mempunyai bentuk bulat dan panjang.
3. Batu
gilingan kecil yang berfungsi menggiling makanan dan bahan pewarna untuk
berhias.
4. Kapak
proto-Neolithikum yang sudah halus
5. Pecahan
tembikar
Manusia pada zaman mesolithikum
juga sudah mengenal kesenian. Wujud seni ditemukan, pada umumnya berupa lukisan
seperti:
1. Lukisan
pada kapak berupa garis sejajar dan lukisan seperti mata yang ditemukan di
kjokkenmoddinger.
2. Lukisan
babi-rusa yang banyak ditemukan digua-gua diwilayah Leang-leang Maros. Usia
lukisan itu diperkirakan 4 ribu tahun. Menurut penafsiran, diperkirakan lukisan
tersebut adalah lukisan magis yang mempunyai tujuan tertentu.
3. Lukisan
telapak tangan yang berwarna merah.
B.
KEBUDAYAAN DONG SON
Makin meningkatnya kehidupan social
ekonomi manusia makavterjadi pula peningkatan bentuk kehidupan dari masa sebelumnya.
Peningkatan ini terutama dalam hal pengolahan logam, khususnyaperunggu dan
besi. Dengan peningkatan tersebut dapat disimpulkan bahwa telah terdapat
kelompok masyarakat dengan pembagian kerja yang baik. Pembagian ini tidak hanya
meliputi pembuatan dari logam, tetapi juga dibidang-bidang lain. Oleh karena
itu masyarakat perundagian telah menampakkan ciri-ciri masyarakat yang teratur.
Zaman
perundagian sering disebut zaman kemajuan tehnologi karena pada masa itu
tehnologi telah berkembang. Pembuatan alat dari logam sudah mereka kuasai.
Berikut tehnik pembuatan dari logam:
1. Tehnik
Bivalve
Tehnik bivalve atau tehnik
setangkup adalah tehnik cetakan dengan menggunakan dua alat cetak yang
dijadikan satu dan dapat ditangkupkan. Alat cetak itu diberi lubang pada bagian
atasnya. Dari lubang itu dituangkan logam yang telah dicairkan. Apabila cairan
itu sudah dingin, cetakan dibuka. Selesailah pengerjaannya. Cetakan setangkup
ini dapat digunakan berkali-kali. Contoh dari hasil cetakan ini adalah nekara.
2. Tehnik
cetakan lilin (A Cire Perdue)
Pembuatan barang dengan tehnik a
cire perdue dilakukan dengan membuat model dari lilin terlebih dahulu. Lilin
dibungkus dengan tanah liat dan bagian atasnya diberi lubang. Tanah liat
kemudian dibakar sehingga lilin akan mencair dan keluar dari lubang yang telah
dibuat. Tanah liat yang kosong tadi selanjutnya diisi dengan cairan perunggu.
Setelah dingin dan kental, tanah liat pembungkus tadi dihancurkan. Cetakan ini
hanya dapat dipakai sekali. Contoh dari hasil cetakan ini hanya untuk mencetak
benda-benda kecil (arca-arca kecil).
Di Indonesia penggunaaan logam
untuk pembuatan peralatan hidup diketahui pada masa beberapa abad sebelum
masehi. Benda-benda perunggu yang ditemukan di Indonesia menunjukkan persamaan
dengan temuan-temuan di Dong Son Vietnam, baik bentuk maupun pola hiasnya. Hal
ini menunjukkan adanya hubungan budaya yang berkembang di Dong Son dan
Indonesia.
Benda-benda
yang dihasilkan dari pengolahan logam pada zaman perundagian antara lain adalah
nekara perunggu, kapak perunggu, bejana perunggu, arca-arca perunggu, dan
perhiasan. Adapun benda-benda dari besi antara lain mata kapak, mata
sabit, mata pisau, mata pedang, cangkul
dan tongkat.
Pada zaman perundagian peranan
perunggu dan besi sangat besar. Tetapi bukan berarti menghapuskan pembuatan
alat-alat dari tanah. Pembuatan gerabah justru mengalami perkembangan.
Langganan:
Postingan (Atom)